|
Harga Rumah 2007 Cenderung Naik |
|
|
|
13 Nov 2006, Senin |
|
HARGA rumah untuk semua jenis akan mengalami kenaikan pada 2007. Hal ini didorong oleh membaiknya harga bahan bangunan di pasar Internasional maupun pasar domestik, sebagai dampak pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat perang maupun bencana.
Kenaikkan harga bahan bangunan ini, telah diprediksikan oleh Prospekbiz, sebagai hal sulit untuk dihindari ketika perang Libanon benar terjadi, disamping maraknya bencana di tanah air, yang bahkan melahirkan bisnis baru, yakni bisnis bencana, bisnis terkait dengan pemulihan kembali daerah bencana.
Perubahan harga ini, juga terjadi pada rumah-rumah lama maupun rumah-rumah yang dibangun diatas kavling siap bangun. Perubahan ini dipengaruhi oleh semakin mahalnya pajak atas bumi, yang tiga tahun terakhir mengalami tingkat kenaikkan lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.
Disamping itu "harga pasaran" sertifikasi Hak Guna Bangunan (HGB) sebagai produk pemerintah, yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan, juga mengalami kenaikkan, meski tidak ada patokan pasti.
Kenaikan harga rumah ini, pemerintah mengharapkan mampu diikuti oleh daya beli, dengan turunnya suku bunga kredit Bank Tabungan Negara berkisar 1-2,5 persen pada 1 Oktober 2006.
Namun, sangat diragukan kemampuan pemerintah untuk merealisir penyediaan pembangunan Rumah Sederhana sehat (RSH) bersubsidi, yang bernilai Rp 42 juta/ unit. Harga ini dipatok ketika harga bahan bangunan belum semahal sekarang. Untuk Pembangunan RSH subsidi tahun 2007 ini, pemerintah telah mealokasikan dalam APBN senilai Rp 300 miliar atau naik Rp 50 miliar dibanding tahun 2006. (SIG1301) |