|
Tertekan Lapindo, Hotel dan Rumah Makan Mulai Berjatuhan |
|
|
|
15 Feb 2007, Kamis |
|
AKHIRNYA hancur pula bisnis perhotelan dan rumah makan di sebelah selatan Kabupaten Sidoarjo. Sejak 29 Mei 2006, ketika PT Lapindo Brantas mulai menyemburkan lumpur panas yang tak terkendali, bisnis ini sudah mulai berkurang pengunjungnya. Sekarang terlalu berat untuk dipetahankan, apalagi tidak ada kepastian tentang Lapindo, kata Niko Setiawan, seorang pengusaha rumah makan di kawasan Pandaan.
Terhambatnya akses jalan ke arah selatan Sidoarjo menjadi penyebab utamanya. Puluhan hotel di lokasi wisata Probolinggo (Bromo), Mojokerto (Trawas), Pasuruan (Tretes), Malang dan Batu kini kondisi sulit. Bahkan Hotel Grand Bromo di kawasan wisata Gunung Bromo di Probolinggo tutup dan merumahkan 80 orang karyawannya. Padahal sebelumnya hotel terbesar di kaki Gunung Bromo ini tergolong paling banyak pengunjung.
Saat ini, para pemilik hotel di kawasan Sukapura dan Cemoro Lawang sudah mulai berhitung, siap-siap menutup tempat usahanya. Demikian pula hotel-hotel di Batu dan Tretes.
Tak dapat dihindari, lesunya perhotelan dan rumah makan juga akan berimbas ke sektor yang terkait. Misalnya pasokan sayur-mayur, buah-buahan, daging dan sarana transportasi. (11sig32) |
|
Terakhir diperbaharui ( 15 Feb 2007, Kamis )
|