|
SEJAK sepekan terakhir persediaan telur bebek asin makin terbatas. "Sebelumnya saya memproduksi telurasin bisa mencapai 5000 hinggga 6000 butir per minggu. Tapi, seminggu terakhir, Saya tak produksi. Karena tidak mendapatkan telur bebek dengan kualitas baik", kata Ny. Rahayu, pengusaha telur asin sekaligus pemilik situs telurasin.com.
Dijelaskan, saat ini peternak bebek kalang kabut. Cuaca yang tidak keruan, hujan yang disertai angin kencang menjadikan bebek stres, yang pada gilirannya produksi telur merosot. Peternak yang memiliki bebek 1000 ekor, saat ini dapat memperoleh 250 butir telur per hari sudah sangat bagus.
Menurut Ibu tiga putra ini, bahkan tak sedikit peternak yang hanya memperoleh telur dalam jumlah hitungan jari. Apalagi, peternak yang kandangnya sempat morat-marit oleh angin ketika hujang lebat. "Bebek saya sendiri yang jumlahnya 1200 ekor hanya menghasilkan 200 butir telur. Ini pun ukurannya kecil, tidak layak untuk asin. Padahal tiap hari saya harus membiayai pakan Rp 350 ribu", katanya.
Kondisi demikian ini merata. "Mulai pesisir timur Surabaya, Sidoarjo hingga Pasuruan", kata pemilik situs telurasin.com, yang juga mengepul telur bebek dari beberapa peternak, khususnya kawasan pesisir.
Diterangkan, sebenarnya masih ada telur bebek dari kawasan Mojosari. "Namun, Saya tidak menggunakan telur dari daerah ini. Umumnya kandungan proteinnya rendah pada ransum pakan bebeknya, sehingga untuk diolah menjadi telurasin, tidak bagus", kata Ibu yang lulusan analis medis ini.
Untuk mengatasi kelangkaan bahan baku, ia juga mulai membuat telur asin dari telur ayam ras. "Ini sebenarnya bukan hal baru, karena sebelumnya sering terima pesanan telur ayam asin dari masyarakat budha", katanya.
Selain itu, ia juga merencanakan akan mendatangkan dari Brebes, Jawa Tengah."Telur dari daerah ini kualitasnya berimbang. Di kabupaten ini jumlahnya banyak, karena ada pembinaan dari pemerintah setempat. Berbeda dengan di Kabupaten Sidoarjo, atau Pasuruan, peternaknya hidup karena rekayasa sendiri. Bahkan, di Brebes ada kandang bebek yang panjangnya mencapai 6 Km, di pinggir sungai, digunakan oleh banyak peternak. (13sig01) |