Ditengah pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) memperoleh tekanan untuk melakukan penggantian (reshuffle) kabinet, harga sebagian bahan kebutuhan pokok di Surabaya naik relatif tinggi.
Harga sayur bayam atau kangkung di pasar kulakan Wonokromo maupun keputran, sejak dua hari lalu telah naik 120%, dari Rp 2500 menjadi Rp 5500 per ikat besar (isi 10 ikat kecil). Bawang merah naik 100%, dari Rp 2000 menjadi Rp4000. Sementara, harga
Minyak Goreng curah hingga Selasa (8/5) masih tetap tinggi Rp 8700/ kg.
Situasi harga yang bergerak secara liar ini tak dipahami oleh pedagang di pasar tradisional. Mereka juga tak memahami tingginya harga daging ayam hingga mencapai Rp15 ribu per Kg sejak sebulan lalu. Pada kebanyakan surat kabar pun berita utamanya hanya seputar politik.
Kondisi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang ketika memasuki Mei harga cenderung melemah, persiapan pendaftaran sekolah.
Dampaknya pasar lebih sepi. "Sekarang jualan sangat capek. Langganan umumnya mengurangi belanjaan. Sebab, harga-harga tambah mahal", kata sudiono, pedagang sayur keliling di kawasan Rungkut, Surabaya.
(00sig12)