|
Demi Swasembada Pangan, RI-China Tingkatkan Kerjasama Pertanian |
|
|
|
::Berita Nasional:: -
Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Sungai, Perikanan, Pangan
|
|
13 Jun 2007, Rabu |
|
INDONESIA dalam upaya mencapai swasembada pangan meningkatkan kerjasama pertanian dengan China, khususnya pengembangan padi hibrida, produk hortikultura, serta kerjasama penelitian serta pengembangan produk pertanian.
Pemerintah China menawarkan bantuan teknologi untuk membantu upaya pemerintah Indonesia berswasembada pangan, terutama dalam hal pengembangan padi hibrida. "Wapres sudah menugaskan untuk menindaklanjuti tawaran tersebut. Untuk itu saya akan mengkoordinir langkah-langkah konkrit yang diperlukan dalam rangka pengembangan padi hibrida yang terintegrasi dan berkesinambungan," kata Menteri Pertanian Anton Apriantono di Jakarta, Selasa, menjelaskan hasil lawatan resmi Wakil Presiden Jusuf Kalla ke China baru-baru ini.
Mentan juga menugaskan Kepala Balai Besar Penelitian Padi untuk melakukan peninjauan transfer teknologi, pertukaran tenaga ahli, dan pendidikan tenaga muda Indonesia.
Dikatakan juga, pihaknya telah mendapatkan dukungan dan peran aktif para pelaku agribisnis kedua negara dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah Indonesia mengenai target produksi beras dua juta ton pada 2007, serta pertambahan lima persen setiap tahunnya.
Saat kunjungan ke China juga dilakukan penandatanganan kerjasama pembangunan Pusat Hibrida Terintegrasi antara PT Penta Prima Pusaka dan Sinchuan Guohao Seeds Industry. Juga, penandatanganan kerjasama antara PT Guohao Penta Prima dan Balai Penelitian Padi Departemen Pertanian dalam pengembangan padi hibrida yang memiliki ketahanan penyakit, khususnya untuk mengatasi berbagai kondisi pertanian daerah tropis, seperti banjir dan kekeringan.
Dalampada itu, dilakukan pula pertukaran plasma nuftah untuk pengembangan berbagai benih padi hibrida unggulan nasional dan juga melakukan pertukaran tenaga ahli.
Kerjasama Indonesia dengan China sebelumnya dalam hal pengembangan padi hibrida, antara PT Sumber Alam Sutera (PT SAS) dengan Gua Hao Seed Industry pada 2005. Kerjasama ini menghasilkan produk benih padi hybrida varietas Bernas di Provinsi Lampung dengan produksi mencapai 10 ton per hektare, dan juga menciptakan varietas baru, yakni padi hibrida varietas Bernas Rokan yang merupakan kerjasama PT SAS dengan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. [05sig02] |