|
::Berita Nasional:: -
Perhubungan, Telekomunikasi, Pekerjaan Umum, Perumahan, Pedesaan
|
|
29 Jun 2007, Jumat |
|
SINGAPORE Technologies Telemedia (STT) tetap mempertahankan sahamnya di Indosat, sebagai perusahaan operator ponsel di Indonesia.
STT sejak awal menyatakan bahwa saham di Indosat sebagai investasi jangka panjang. Bahkan, STT sedang mencari lagi perusahaan telekomunikasi lain untuk menanamkan investasinya.
Senior Vice President for Strategic Relations and Corporate Communications STT, Kuan Kwee Jee di Jakarta, kemarin mengatakan bahwa apabila pemerintah Indonesia ingin membeli kembali sahamnya di Indosat, maka dapat membeli saham di pasar terbuka, yang tercatat sebesar 46 persen.
STT akan akan menjual saham kepemilikan di Indosat apabila memang ada perusahaan lain yang lebih menguntungkan dan melihat investasi mereka tumbuh lebih besar lagi.
ST Telemedia yang dimiliki oleh Temasek, secara tidak langsung mempunyai kepemilikan saham sebanyak 31,4 persen Indosat melalui Asia Mobile Holdings (AMH). Sedangkan sebanyak 75 persen saham AMH dimiliki oleh STT dan 25 persen oleh Qatar Telecom, dan AMH sendiri memiliki saham 41.94 persen saham di Indosat. Sementara pemerintah hanya mempunyai 14,6 persen saham Indosat, dan kepemilikan saham oleh publik sebanyak 43.4 persen.
Industri telekomunikasi memang masih menjajikan. Ini ditandai hadirnya beberapa pemain baru. Sementara ini, raksasa yang bermain ketat antara lain Indosat, PT Telkom, PT Telkomsel, dan PT Excelcomindo Tbk. [05sig01] |