|
SUATU malam anjing kecil yang masih berusia 6 bulan itu, menyantap umpan untuk meracuni tikus. Beberapa menit kemudian, anjing itu menjerit-jerit, kesakitan, dan jalannya pun sempoyongan, sebelum kemudian jatuh dan mengorok. Namun, anjing itu terselamatkan setelah meneguk minyak kelapa murni, Virgin Coconut Oli, dalam takaran yang tak beraturan.
Peristiwa itu terjadi dua bulan lalu, yang dialami oleh saudari Media Setya Dewi, yang dikirimkan kepada redaksi, dan telah di check kebenarannya di kawasan Rungkut Surabaya.
Kejadian ini bermula oleh adanya seekor tikus di garasi rumah, yang demikian pintar, bagai tokoh Jerry dalam film kartun Tom and Jerry yang menceritakan kehidupan tikus, yang selalu unggul dibanding Kucing, yang ditokohkan sebagai Tom.
Karena jengkel, si anjing kecil dan Induknya tak mampu menangkap tikus itu, maka diputuskan untuk memasang perangkap tikus, dengan memberikan umpan beracun, yang dibelinya di sebuah toko, dengan label racun celeng, yang dikenal sangat jos.
Umpan itu ditaruh ditempat yang aman dari jangkauan anak-anak maupun anjing. Namun, tak membuahkan hasil. Esoknya dipindahkan di atas kap sebuah sedan didalam garasi itu, yang dialasi selembar kertas.
Tanpa tahu penyebabnya, suatu malam anak anjing menjerit-jerit sangat keras, kesakitan. Ketika didekati, anjing kecil yang tampak lucu itu menjauh dan jalannya sempoyongan, yang kemudian jatuh dan mengorok.
Dalam situasi panik itu, diketahui umpan tikus telah berada di lantai, dan hanya tinggal alasnya. Disimpulkan Anjing kecil ini, kesakitan setelah menyantapnya hingga habis.
Kebetulan di rumah tersedia seliter VCO, yang referensinya untuk menggelontor beragam racun ganas di tubuh manusia. Tanpa berpikir panjang, mulut anjing kecil itu dibuka yang diminumi VCO, sedikit demi sedikit. Sekitar 10 menit kemudian, nafas anjing yang sebelumnya tersengal-sengal, mulai membaik.
Karena khawatir, VCO terus diminumkan dalam takaran yang diperhitungkan melewati batas, hingga menghabiskan seperempat gelas. Anjing pun kemudian tak kaku lagi, dan tidur pulas. Esoknya ketika dipanggil namanya, sudah bisa mengangkat kepalanya, meski tak menyahut.
Selama dua hari, anjing tak doyan makan, tak dengar suaranya, dan tampak malas. Hanya sesekali minum. Pada hari ketiga, anjing mulai keluar rumah untuk kecing. Memasuki hari ke lima Anjing telah kembali seperti semula dan tak mau lagi makan sembarangan, hingga sekarang. [Kiriman Dewi - Surabaya] |