|
KINI dengan adanya media online (internet), menuntut masyarakat untuk bertindak - bersikap - berbisnis lebih berhati-hati. Apapun warna tentang jatidiri seseorang, ketika telah terekam dan terekspos media online, apalagi bernada negatif, sulit untuk menetralisirkannya.
Tulisan atau berita dari media online, yang pertama menyebarkannya sekalipun dihapuskan, dipastikan tidak ada yang bisa membersihannya secara tuntas. Informasi itu juga telah masuk ke banyak website, termasuk mesin pencari, yang jumlahnya tak lagi dapat dihitung jari.
Pada perkembangannya, duniapun terasa kian sempit, ketika telah menjadi kebiasaan, mencari referensi tentang seseorang, teknologi internet menjadi acuannya. Dengan biaya tak lebih dari lima ribu rupiah, sekeranjang referensi telah dapat digali, termasuk tentang jatidiri seseorang. Maka, harus ekstra hati-hati.
PROMOSI DIRI
Di sisi lain, media internet juga memberikan sangat banyak kemudahan. Kasus paling sederhana, di antaranya menuliskan tentang keberadaan kita, di Publik Direktori, atau tentang suatu usaha di Bisnis Direktori. Dampaknya, siapapun akan gampang menemukannya, sekalipun kita telah pindah alamat dan ganti nomor telepon sekalipun.
Bahkan kita akan mudah ditemukan atau menemukan kerabat atau teman sekolah, bila di Publik Direktori, juga dicantumkan tentang sekolah kita. Ini salah satu manfaat, yang hanya akan dinikmati oleh siapapun yang memahami. (Priono Subardan) |