|
CPO Terus Membaik, Luas Lahan Tak Terdata |
|
|
|
::sinawar:: -
Benang Merah
|
|
24 Okt 2007, Rabu |
MAKIN SULIT diketahui pasti peta penguasaan lahan kelapa sawit di Indonesia, antara asing dan nasional. Apalagi dengan otonomi daerah, data luas lahan pun makin sulit dicari keakuratannya. Dengan demikian, tak dapat diperkirakan kemampuan atas daya dukung bahan baku kelapa sawit, ditengah meroketnya harga ekspor internasional. Harga crude palm oil (CPO) diperkirakan bakal menembus 900 dolar AS. Bahkan 950 dolar AS per ton, seperti tahun 1984 menyusul kenaikan harga minyak mentah di pasar internasional. Sebagaimana diketahui, telah banyak pengusaha asing, antara lain eks Malaysia berinvestasi di sektor ini. Malah, Kuala Lumpur Kepong Bhd`s (KLK) juga dikabarkan sedang mengincar seluas 50.000 hektar lahan kelapa sawit di Indonesia.
Masuknya investasi asing, memang memberikan manfaat. Apapun alasannya, transformasi teknologi misalnya. Secara pasti, investasi itu sangat dibutuhkan oleh tenaga kerja, yang memang harus diupayakan. Tetapi, kemudian bakal menjadi persoalan serius, jika penguasaan lahan tak terencana. Malah, datapun sulit dicari seperti sekarang ini. Disisi lain persaingan antar negara produsen tak dapat dihindari, demi terkuasainya sebuh pasar.untuk menguasai pasar Internasional. (00sig01) |