|
Pemerintah Impor Tabung Gas |
|
|
|
::Berita Nasional:: -
Perdagangan, Industri, Investasi, Koperasi/UKM, BUMN
|
|
09 Nov 2007, Jumat |
|
PEMERINTAH memutuskan untuk mengimpor tabung gas LPG, melalui Pertaminasebanyak 4,2 juta tabung. Ini untuk memenuhi target konversi minyak tanah ke LPG sebanyak enam juta Kepala Keluarga (KK) tahun ini.
Keputusan ini diambil dalam rapat di Kantor Wapres Jakarta, Kamis, dihadiri Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Perdagangan Marie Pangestu, Dirjen Bea Cukai Anwar Supriyadi. serta Dirut PT Pertamina, Ari Soemarno.
Program konversi minyak tanah ke LPG yang sebelumnya dijadwalkan hingga tahun 1012, kini dipercepat sampai tahun 2010. Targetnya sebanyak 42 juta KK. Dengan asumsi ini, maka dibutuhkan setidaknya 82 juta tabung gas. Antara lain satu tabung ada di masyarakat, satu tabung lagi dalam pengisian di PT Pertamina dan satu tabung dalam perjalanan.
Tahun 2007 ini, ditargetkan sebanyak enam juta KK akan menerima konversi tersebut, dengan jumlah tabung gas LPG sebanyak 10 juta tabung gas.
DALAM NEGERI
Untuk produksi dalam negeri hingga akhir tahun (desember 2007) hanya 5,8 juta tabung gas. Ini berarti hanya cukup untuk empat juta KK. Oleh sebab itu, terpaksa dilakukan impor, guna menghindari terjadinya keterlambatan program konversi tersebut. Padahal, harga minyak dunia terus melambung, yang setiap penundaan program konversi akan menambah beban subsidi BBM. [05sig03] |
|
Terakhir diperbaharui ( 09 Nov 2007, Jumat )
|