Sajian alternatif yang mengemas berita, kajian dan informasi sebagai inspirasi bisnis & investasi
 
:: demi kepentingan pribadi, kerabat atau relasi, cantumkan data Anda di Publik Direktori. Layanan Free, dari lacak [dot] info, juga dapat diakses dari site ini.  ::
fajar
Halaman Utama
Berita Nasional
Berita MancaNegara
sinawar
Suksesi
benang merah
Karakter
potensi
Bisnis & Herbal
Peduli
kolom rakyat
Jumlah Kunjungan
1270795
Online
Ada 8 pengunjung online
prospekbiz
KELOMPOK media menjunjung tinggi kemandirian. Hadir sebagai alternatif pilihan hak bagi siapapun untuk mendapatkan pengetahuan, berita dan keputusan. Maka, prospek[dot]biz hanya mengemas data, informasi, berita dan kajian bermakna. Prospek [dot] biz juga tidak melayani permintaan pemasangan iklan banner di halaman depan. :: Administrator/ Pemimpin Redaksi ::
Indonesia Alami Krisis Pangan Pada 2017 Cetak E-mail
::Berita Nasional:: - Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Sungai, Perikanan, Pangan
10 Des 2007, Senin
KRISIS pangan akan melanda Indonesia pada 2017 atau 10 tahun mendatang bila jumlah penduduk dan ketersediaan lahan pangan makin tidak seimbang seperti dewasa ini.

Sekarang, kata Menteri Pertanian, Anton Apriyantono di sela-sela Semiloka Kebijakan Pengembangan Lahan Pertanian Pangan Abadi di Makassar, Senin, laju pertumbuhan penduduk 1,3 sampai 1,5 persen. Luas lahan pertanian tidak bertambah. Ini dikhawatirkan pada 10 atau 20 tahun nanti krisis pangan akan melanda negara ini.

Berdasarkan proyeksi kebutuhan beras nasional pada 2009, diperlukan tambahan beras sebanyak 1,8 juta ton atau setara dengan tiga juta ton gabah kering giling setiap tahun. Untuk menjawab kebutuhan ini diperlukan areal sawah seluas 600.000 hektar. Padahal, ketersediaan lahan potensial untuk perluasan areal tanaman pangan saat ini, menurut Mentan, nyaris sudah tidak ada lagi.

Sebab itu, Mentan, meminta kepada seluruh kabupaten dan kota menerapkan agenda pemerintah berupa revitalisasi pertanian. Agenda ini adalah membalik trend penurunan dan mengakselerasi peningkatan produksi dan nilai tambah usaha pertanian dengan cara meningkatkan dan memperluas kapasitas produksi melalui renovasi dan restrukturisasi agribisnis.

Menteri mengakui permasalahan yang paling besar dialami bangsa Indonesia saat ini terletak pada sektor pertanahan. Kondisi negara sekarang mengalami keterbatasan sumberdaya lahan yang cocok untuk dikembangkan. Di sisi lain rata-rata penguasaan lahan pertanian per kapita penduduk Indonesia relatif sempit.

Selain itu, masalah sengketa tanah, juga merupakan persoalan yang cukup besar dalam mengembangkan produksi pangan di Indonesia.

Tahun ini, produksi padi Indonesia berdasarkan Angka Ramalan III Badan Pusat Statistik (ARAM III BPS), mencapai 57,05 juta ton GKG atau naik sekitar 4,76 persen dibanding tahun 2006.

Sementara produksi padi di Sulsel, kata Sekdaprov Andi Muallim saat membuka Semiloka, mencapai sekitar 3.675.251 ton GKG atau meningkat 9,20 persen dibandingkan tahun 2006 yang mencapai 3.365.509 ton GKG. [27sig11]
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Informasi, Berita, Kajian Populer
Informasi, Berita, Kajian Lain
iklan
Baris, Gratis-Berbayar
webtorial
WebLinks
Direktori Anda
Info Headlines
Indonesia WorldNews
Australia WorldNews
Info Takhta
Info Konflik
Teror HeadLines
Islam & Berita Dunia
Ekonomi
Politik
Weblinks Lain

UUD 45 Pasal 28 f Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.