|
Indonesia Alami Krisis Pangan Pada 2017 |
|
|
|
::Berita Nasional:: -
Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Sungai, Perikanan, Pangan
|
|
10 Des 2007, Senin |
|
KRISIS pangan akan melanda Indonesia pada 2017 atau 10 tahun mendatang bila jumlah penduduk dan ketersediaan lahan pangan makin tidak seimbang seperti dewasa ini.
Sekarang, kata Menteri Pertanian, Anton Apriyantono di sela-sela Semiloka Kebijakan Pengembangan Lahan Pertanian Pangan Abadi di Makassar, Senin, laju pertumbuhan penduduk 1,3 sampai 1,5 persen. Luas lahan pertanian tidak bertambah. Ini dikhawatirkan pada 10 atau 20 tahun nanti krisis pangan akan melanda negara ini.
Berdasarkan proyeksi kebutuhan beras nasional pada 2009, diperlukan tambahan beras sebanyak 1,8 juta ton atau setara dengan tiga juta ton gabah kering giling setiap tahun. Untuk menjawab kebutuhan ini diperlukan areal sawah seluas 600.000 hektar. Padahal, ketersediaan lahan potensial untuk perluasan areal tanaman pangan saat ini, menurut Mentan, nyaris sudah tidak ada lagi.
Sebab itu, Mentan, meminta kepada seluruh kabupaten dan kota menerapkan agenda pemerintah berupa revitalisasi pertanian. Agenda ini adalah membalik trend penurunan dan mengakselerasi peningkatan produksi dan nilai tambah usaha pertanian dengan cara meningkatkan dan memperluas kapasitas produksi melalui renovasi dan restrukturisasi agribisnis.
Menteri mengakui permasalahan yang paling besar dialami bangsa Indonesia saat ini terletak pada sektor pertanahan. Kondisi negara sekarang mengalami keterbatasan sumberdaya lahan yang cocok untuk dikembangkan. Di sisi lain rata-rata penguasaan lahan pertanian per kapita penduduk Indonesia relatif sempit.
Selain itu, masalah sengketa tanah, juga merupakan persoalan yang cukup besar dalam mengembangkan produksi pangan di Indonesia.
Tahun ini, produksi padi Indonesia berdasarkan Angka Ramalan III Badan Pusat Statistik (ARAM III BPS), mencapai 57,05 juta ton GKG atau naik sekitar 4,76 persen dibanding tahun 2006.
Sementara produksi padi di Sulsel, kata Sekdaprov Andi Muallim saat membuka Semiloka, mencapai sekitar 3.675.251 ton GKG atau meningkat 9,20 persen dibandingkan tahun 2006 yang mencapai 3.365.509 ton GKG. [27sig11] |