BENCANA banjir, tanah longsor, gempa bumi yang bagai serentak terjadi di akhir 2007, yang berlanjut di awal 2008 secara mendadak mereda, setelah mantan Presiden Soeharto jatuh sakit, yang pada Jumat (4/1) pukul 14.15 WIB dibawa ke RSPP hingga hari ini. Demikian catatan perkembangan terkini atas fokus pemberitaan media massa secara nasional.
Apabila mengamati pemberitaan media massa di akhir 2007, Indonesia seolah tak pernah lepas dari musibah. Berita meninggal, rumah roboh oleh banjir, karena tanah longosr, dan gempa bumi, juga angin puting beliung senantasa menghiasi halaman utama mayoritas menia massa. Mengerikan. Seolah tidak ada ruang yang aman dari ancaman bencana.
Demikian pula, memasuki 2008, fokus pemberitaan nasional masih sama, seputar bencana. Kalau pun ada berita sekitar tahun baru, itupun lebih memilih memberitakan malam tahun baru di daerah yang mengalami bencana. Antara lain, bermalam tahun baru di atap rumah.
Di penghujung 2007 dan awal 2008, mayoritas media massa memang melantunkan lagu yang sama. Menggugah rasa rakyat secara nasional, untuk turut prihatin atas duka lara yang dialami oleh saudara yang lain, yang tak henti-hentinya didera bencana.
:: Baca lebih detil ::