Sajian alternatif yang mengemas berita, kajian dan informasi sebagai inspirasi bisnis & investasi
 
:: demi kepentingan pribadi, kerabat atau relasi, cantumkan data Anda di Publik Direktori. Layanan Free, dari lacak [dot] info, juga dapat diakses dari site ini.  ::
fajar
Halaman Utama
Berita Nasional
Berita MancaNegara
sinawar
Suksesi
benang merah
Karakter
potensi
Bisnis & Herbal
Peduli
kolom rakyat
Jumlah Kunjungan
1270750
prospekbiz
KELOMPOK media menjunjung tinggi kemandirian. Hadir sebagai alternatif pilihan hak bagi siapapun untuk mendapatkan pengetahuan, berita dan keputusan. Maka, prospek[dot]biz hanya mengemas data, informasi, berita dan kajian bermakna. Prospek [dot] biz juga tidak melayani permintaan pemasangan iklan banner di halaman depan. :: Administrator/ Pemimpin Redaksi ::
Naik 200 Ribu Ton, Produksi Kedelai Masih 33% dari Kondisi 1992 Cetak E-mail
::Berita Nasional:: - Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Sungai, Perikanan, Pangan
25 Jan 2008, Jumat
HIMPUNAN Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) memperkirakan produksi kedelai pada 2008 dapat meningkat hingga 200 ribu ton menjadi sekitar 800 ribu ton dari saat ini hanya 600 ribu ton. Tetapi, keberhasilan itu masih sekitar 33,3 % dari kondisi tahun 1992, mencapai 1,8 juta ton.

Ketua Badan Pertimbangan Organisasi HKTI Siswono Yudhohusodo di Jakarta, Kamis, menyatakan, peningkatan produksi kedelai dalam negeri pada 2008 antara lain dipicu membaiknya harga komoditas tersebut saat ini.

"Saya optimis produksi kedelai tahun ini akan naik 200 ribu ton. Tapi itu bukan karena keberhasilan program pemerintah sebaliknya sebagai dampak harga yang bagus saat ini," katanya usai rencana kegiatan Kampanye Peningkatan Gizi Makanan Rakyat.

Indonesia sebenarnya pernah swasembada kedelai pada 1992 dengan produksi nasional mencapai 1,8 juta ton. Namun karena tidak ada perhatian dari pemerintah untuk mengamankan harganya, maka produksinya terus menurun dari tahun ke tahun.

Kondisi tersebut, semakin parah dengan masuknya kedelai impor dari AS yang bebas bea masuk sehingga kedelai petani semakin terpuruk karena tak mampu bersaing lagi. Pada 1999 harga kedelai dalam negeri sebesar Rp2.300/kg. Harga kedelai dari AS masuk ke Indonesia tanpa bea masuk dijual sebesar Rp1.700/kg.

Pada 1992 luas lahan pertanaman kedelai di tanah air mencapai 1,4 juta ha dengan produksi 1,8 juta ton. Atau produktivitas rata-rata 1,28 ton/ha. Kini dengan 600 ribu ha, produksi yang dicapai 600 ribu ton atau 1 ton/ha. [05sig01]
< Sebelumnya   Selanjutnya >
iklan
Baris, Gratis-Berbayar
webtorial
WebLinks
Direktori Anda
Info Headlines
Indonesia WorldNews
Australia WorldNews
Info Takhta
Info Konflik
Teror HeadLines
Islam & Berita Dunia
Ekonomi
Politik
Weblinks Lain

UUD 45 Pasal 28 f Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.