|
Pemerintah melalui Departemen Pertanian (Deptan) akan mengembangkan pabrik pakan ternak skala kecil ("mini feedmill") yang menyebar di 38 lokasi tahun ini. Hal ini guna mendukung usaha peternakan yang rawan terhadap lonjakan harga pakan, yang dikarenakan ketergantungan impor masih tinggi. Sekitar 70 persen bahan baku masih diimpor, baik pakan, obat, dan teknologi lainnya.
Indonesia saat ini telah tercatat mampu mencapai swasembada daging dan telur. Namun ketergantungan impornya masih tinggi. Ini menyebabkan peternakan ayam masih tergolong industri yang rawan. Tidak mengakar pada pasokan bahan baku dalam negeri. Padahal, dalam budidaya unggas, misalnya, biaya pakan menempati porsi terbesar atau mencapai 70-80 persen dari total biaya.
Komposisi pakan ternak itu terdiri dari 51,4 persen jagung, 18 persen bungkil kedelai, 5,0 persen tepung ikan/MBM, 7,0 persen "corn gluten meal", premiks 0,6 persen, CPO (Crude Palm Oil) dua persen dan selebihnya dedak (limbah penggilingan padi).
Oleh sebab itu, Pemerintah melalui Deptan dalam upaya menekan tingkat kerawanan usaha peternakan akan mengembangkan pabrik pakan mini, yang dibangun di wilayah-wilayah sentra produksi bahan baku pakan seperti jagung dan kelapa sawit.
Tahun lalu, Deptan telah mengembangkan pabrik serupa di 14 lokasi yaitu di Kabupaten Ciamis, Cirebon, Sukabumi, Subang, dan Bekasi (Jawa Barat), Kabupaten Magelang, dan Banjarnegara (Jawa Tengah), serta Blitar (Jawa Timur).
Untuk luar pulau Jawa antara lain di Kabupaten Bangli dan Tabanan (Bali), Sawah Lunto (Sumatera Barat), Bengkulu Utara, Kapuas, dan Hulu Sungai Utara.
Pabrik pakan mini tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 3-5 ton per hari, serta investasi sebesar Rp250 juta per unit. Keberadaannya mendukung kecukupan pakan unggas lokal.
Sedangkan 38 pabrik pakan mini yang akan dikembangkan, dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak maupun unggas lokal. "Pembangunan pabrik pakan ternak mini tersebut untuk melengkapi pabrik yang sudah ada saat ini," kata Dirjen Peternakan Deptan, Tjeppy D Soedjana, di Jakarta pada Selasa.
Saat ini di Indonesia terdapat 56 pabrik pakan skala besar yang tersebar di delapan provinsi, yaitu Sumatera Utara delapan pabrik, Lampung (4), Banten (10), DKI Jakarta (4), Jawa Barat (4), Jawa Tengah (3), Jawa Timur (17), dan Sulawesi Selatan (2). Kapasitas produksi dari seluruh pabrik terpasang sebesar 11,03 juta ton per tahun.
Disamping itu, pemerintah juga akan mengembangkan pabrik pakan besar di Kabupaten Subang dan Bekasi untuk mencukupi kebutuhan pakan ayam ras dan petelur.
Saat ini tingkat konsumsi peternakan unggas terhadap menyerap produksi pakan nasional mencapai, 83 persen, peternakan babi (6), ruminansia (3), perikanan budidaya (7), dan lainnya (1). [05sig03] |