WALIKOTA Denpasar, Drs. A.A. Puspayoga mendukung pemuliabiakan anjing kintamani. Dengan demikian kedepan anjing kintamani bukan saja diakui di tingkat nasional tetapi dunia internasional. "Untuk itu peranan Perkin sangat strategis dalam hal ini," kata Puspayoga saat menerima Perkumpulan Kinologi Indonesia (Perkin) wilayah Bali, Rabu (20/2) di ruang kerjanya.
Keberadaan anjing kintamani saat ini semakin mendapat perhatian para penghobi anjing. Untuk itu diharapkan Perkin Bali kedepan lebih mensosialisasikan cara memelihara anjing, terutamanya ras kintamani. Apalagi anjing kintamani memiliki intelegensi tidak kalah jauh dengan anjing ras eks impor.
Ia juga mengharapkan kantor Peternakan Kota Denpasar bersinergi program dengan Perkin Bali, termasuk dalam mengantisipasi semakin banyaknya anjing-anjing liar berkeliaran di beberapa sudut kota.
Drs. I Gede Winten Sumerta, ketua Perkin Bali mengungkapkan hingga saat ini terdata 1000 ekor dari 290 anggota, 10 % baru anjing kintamani.
Diharapkan pula partisipasi masyarakat secara aktif untuk mendaftarkan ras kintamani. "Ada indikasi anjing kintamani akan dipatenkan pihak luar negeri," ungkap Sumerta.
Untuk mensosialisasikan keberadaan Perkin Bali, pada 2 Maret akan diadakan kegiatan jalan santai bersama anjing. Kegiatan ini sekaligus bertujuan mengangkat harkat anjing kintamani. Dalam kegiatan ini akan dilakukan demo berbagai kemampuan anjing.
Usai menerima pengurus Perkin Bali Puspayoga menandatangani Deklarasi Universal bagi Kesejahteraan Hewan. Penandatanganan ini sebagai bentuk dukungan Puspayoga untuk kampanye Hewan Berarti Bagi Saya. Kegiatan pengumpulan tanda tangan ini diprakarsai Yayasan Yudisthira Swarga.
[01sig04/denpasar.go.id]