Sajian alternatif yang mengemas berita, kajian dan informasi sebagai inspirasi bisnis & investasi
 
:: demi kepentingan pribadi, kerabat atau relasi, cantumkan data Anda di Publik Direktori. Layanan Free, dari lacak [dot] info, juga dapat diakses dari site ini.  ::
fajar
Halaman Utama
Berita Nasional
Berita MancaNegara
sinawar
Suksesi
benang merah
Karakter
potensi
Bisnis & Herbal
Peduli
kolom rakyat
Jumlah Kunjungan
1270583
prospekbiz
KELOMPOK media menjunjung tinggi kemandirian. Hadir sebagai alternatif pilihan hak bagi siapapun untuk mendapatkan pengetahuan, berita dan keputusan. Maka, prospek[dot]biz hanya mengemas data, informasi, berita dan kajian bermakna. Prospek [dot] biz juga tidak melayani permintaan pemasangan iklan banner di halaman depan. :: Administrator/ Pemimpin Redaksi ::
Mimpi Semudah di Negara Lain Mengkomsumsi BBG Indonesia Cetak E-mail
15 Jun 2006, Kamis
ADALAH  wajar berkeinginan atau iri sebagaimana masyarakat Singapura, Malaysia atau Tiongkok yang kian mudah menikmati gas dari Indonesia. Gas memang bahan bakar impian. Apalagi, Indonesia yang merupakan negara produsen dan pengeskpor LNG nomor satu dunia.

Hingga saat ini belum diketahui pasti kapan dapat menikmati BBG sebagaimana BBM yang makin mahal itu. Sementara, gerakan "mem-BBG-kan BBM", sangat dikhawatirkan bernasib sama dengan "program langit biru" yang tak jelas juntrugannya. Kenyataannya pemerintah malah menaikkan harga liquid petrolum gas (lpg) dan juga gas yang dijual oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) tahun lalu.

Mimpi itu sendiri sesungguhnya sebagai hal yang realistis. Pendapat BBG sebagai alternatif paling favorit juga tidak ngawur. Bertolak banyaknya negara yang meningkatkan konsumsi BBG dan menekan BBM, sebuah indikasi BBG merupakan pilihan terbaik. BBG kandungan panasnya tinggi. Pembakaran bersih. Lebih murah dan lebih ramah terhadap lingkungan.

Cina misalnya, kabarnya, tengah mempercepat pembangunan fasilitas untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi LNG di dalam negerinya. Cina Offshore dan mitranya merencanakan proyek LNG senilai US$ 4,3 miliar dolar di Yuan Zhejiang. Cina akan meningkatkan pemakaian LNG dari tingkat 3 persen dari total konsumsi energi, menjadi 8 persen dari total konsumsi energi di Cina pada tahun 2010. Dengan demikian peningkatan konsumsi LNG mencapai sebesar 266 persen.

Demikian pula Singapura dan Malaysia. Bahkan kedua negara ini memperoleh dukungan penuh dari Indonesia atas kepentingannya penyediaan BBG. Di sini Perusahaan Gas negara (PGN) Indonesia membangun pipa gas ke Singapura dan Malaysia guna memperlancar suplai-nya.

Perihal gas Indonesia memang kaya. Berdasarkan data Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), diketahui cadangan gas bumi per akhir 31 Januari 2005 mengalami penambahan dari hasil penemuan baru sebesar 3,36 triliun standar kaki kubik (TSCF). Selain itu, terdapat penambahan cadangan dari hasil revisi data sebelumnya sebesar 4,906 TSCF. Cadangan seluruhnya mencapai 170 TCF

Cadangan gas itu diperkirakan juga terus bertambah mengingat adanya 22 cekungan hidrokarbon yang belum dilakukan pengeboran. Adapun dari sejumlah 38 cekungan yang sudah dibor, masih ada 15 cekungan yang belum menemukan cadangan dan memerlukan kegiatan eksplorasi lebih lanjut.

Bertolak pada asumsi sederhana, juga berpegang pada kenyataan yang terjadi di sejumlah negara, kiranya "Mimpi Semudah di Negara Lain Mengkomsumsi BBG Indonesia" bukanlah mimpi yang nglantur. Sebaliknya, kebijakan pemerintah perihal energi kenyataannya memang sulit di mengerti.

Bertahan dengan BBM sangat tidak menguntungkan banyak pihak. Apalagi sumber BBM semakin menipis setelah masa eksplorasi sejak penjajahan Belanda pada 1880. Belum lagi harga minyak dunia yang terus naik hingga menyentuh angka US$ 55 per barel. Masih mampukah Pemerintah menanggung subsidi minyak yang tahun ini saja mencapai Rp 63 triliun?

Itulah kenyataan yang terjadi dan kenyataan yang lain membangun infrastruktur Rp 15 triliun, biaya pembangunan pipa Kalimantan – Jawa, diperhitungkan lebih berat dibanding membiayai subsidi BBM yang mencapai diatas Rp 60 triliun itu. Ini artinya mimpi itu makin sulit terwujudkan, walau kenyataannya lebih mudah dipahami.(1201)
Terakhir diperbaharui ( 21 Mei 2008, Rabu )
< Sebelumnya
iklan
Baris, Gratis-Berbayar
webtorial
WebLinks
Direktori Anda
Info Headlines
Indonesia WorldNews
Australia WorldNews
Info Takhta
Info Konflik
Teror HeadLines
Islam & Berita Dunia
Ekonomi
Politik
Weblinks Lain

UUD 45 Pasal 28 f Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.