|
AKTIVITAS di Kabupaten Bulukumba, Jenepento, Luwu Utara (Lutra), dan Sinjai Sulsel Lumpuh, akibat banjir yang disebabkan hujan yang berlangsung Senin sore hingga Selasa dini hari. Musibah ini menelan ratusan rumah rusak berat, puluhan nyawa, dan puluhan lain dinyatakan hilang.
Di Sinjai, hingga kemarin tercatat 25 warga tewas akibat terseret banjir. Sedangkan puluhan warga lain yang hanyut bersama rumahnya belum diketahui nasibnya. Sebagian besar korban tewas itu dari Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara. Wilayah ini terkena banjir paling parah.
Banjir bandang itu, juga menggenagi perkantoran. Nyaris seluruh kantor instansi pemerintah terendam air setinggi 50-150 sentimeter, termasuk Kantor bupati, gedungDPRD, dan sekolah-sekolah. Sebagian besar pedagang juga sibuk membersihkan rumah dari lumpur. Jalur transportasi dalam kota juga terganggu pohon tumbang.
Banjir parah ini sebagai yang pertama di Sinjai. Sebelumnya air Sungai Mangottong tak pernah mencapai lantai jembatan. Saat normal, permukaan sungai dengan lantai jembatan itu berjarak 7 meter.
Jalur antara kabupaten Sinjai dan Bulukumba terputus. Jembatan Dada di Desa Talle, Kec Sinjai Selatan, yang menghubungkannya hanyut. Sementara jalur alternatif tidak ada.
Bulukumba
Kabupaten Bulukumba juga mengalami hal sama. Delapan kecamatan terendam air rata-rata 1,5 meter-2 meter dan longsor. Antara lain kecamatan Ujungbulu, Ujungloe, Rilau Ale, Gantarang, Kindang, Herlang, Kajang, dan Bonto Bahari.
Tercatat dua kecamatan terparah, yakni Kecamatan Kindang dan Rilau Ale. Empat korban tewas yang terdata hingga kemarin berasal dari dua kecamatan tersebut.
Jalan poros di delapan kecamatan itu tak bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat. Akibatnya, aktivitas transportasi putus. Ketinggian air mencapai lutut. Malah, di Kecamatan Ujungloe, ketinggian air hingga ke bagian leher dewasa. Air sungai ini mulai meluap pukul 24.00 Wita kemarin.
Di Kecamatan Herlang, 20 unit rumah rusak berat dan dua rumah hanyut. Di dalam kota Bulukumba, delapan rumah rusak parah dan puluhan terendam air. Di Kecamatan Ujungloe, 300 rumah terendam air dan puluhan hektare tambak dan areal persawahan rusak berat.
Bupati Bulukumba A.M. Sukri A. Sappewali memperkirakan, kerugian mencapai Rp 5 miliar. Meliputi 11 unit rumah hanyut, 47 rumah hancur, dan 120 rumah rusak ringan, serta tambak milik warga yang gagal panen. Pengungsi diperkirakan sekitar 450 orang.
Jeneponto dan Lutra
Banjir di Kabupaten Jeneponto menyebabkan seorang bocah yang diperkirakan berumur 10 tahun tewas. Bocah yang ditemukan warga Desa Bonto Lebang, Kecamatan Kelara Jeneponto, itu masih menggunakan helm.
Di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), banjir melanda tiga kecamatan, yakni Baebunta, Sabbang, dan Malangke Barat. Paling parah di Baebunta. Di sini, sedikitnya sebelas desa terendam air.
Lahan pertanian produktif di sebelas desa juga dilanda banjir, seperti kebun kakao, empang, termasuk persawahan, mencapai 12.000 hektar.2601 |