|
Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un…
SEORANG tokoh film, politik, nasionalis sejati, Sophan Sophiaan meninggal dunia, sekitar Pk. 10.00 dalam perjalanan ke RSUD Sragen di Ngawi, Jawa Timur. Ia mengalami kecelakaan dekat Jembatan Salak II, Desa Plang Lor, Kec. Kedunggalar, kawasan hutan Widodaren.
Sophan Sophiaan terjatuh dari motor Harley Davidson yang dikendarainya. Ia jatuh ke lubang dan kakinya patah. Kemudian, konvoi motor langsung membawa Sophan Sophiaan ke rumah saki menggunakan ambulans.
Ia sebagai penggagas konvoi jalur merah putih 2008, peringatan satu abad Kebangkitan Nasional, memang menjadi bagian dalam perjalanan konvoi ke Yogyakarta.
Kejadian yang berlangsung cepat itu membuat, aktris Widyawati, 57, istrinya langsung shock. Tangisnya meledak saat mengetahui kondisi suaminya terluka parah. Bahkan, sekitar 10 menit kemudian dalam perjalanan menuju rumah sakit sang suami mengembuskan nafasnya yang terakhir.
Ketika itu Widyawati memang berada dalam rombongan touring yang diikuti oleh sekitar 270 penggemar moge. Namun, pada etape enam (Kediri-Yogyakarta) itu, karena lelah, ia memilih ikut mobil, tak lagi berboncengan dengan suami.
Konvoi itu berangkat dari Jakarta pada 12 Mei lalu. Sejak Kamis (14/5), rombongan sudah masuk Jatim. Pada Jumat (16/5), rombongan berangkat dari Surabaya menuju Kediri.
Sekitar pukul 07.00 WIB tadi pagi (17/05/2008), konvoi JMP 2008 melanjutkan perjalanan dari Kediri ke Solo, dilepas Walikota Kediri H Machut. Sophan mendapat nomor urut lima.
Rombongan termasuk didalamnya mantan Kepala Polri Jenderal Rusmanhadi, tiba di kawasan hutan Widodaren, Ngawi, pukul 09.30. Tiba-tiba, motor Sophan terjatuh. Sophan pun juga ikut terjatuh dengan posisi tertelungkup.
Jenazah Sophan dipulangkan ke Jakarta melalui Bandara Adi Sumarmo, Solo, pukul 14.00 WIB.
PEMAKAMAN
Di Jakarta ratusan pelayat mengantar kepergian terakhir sang legendaris. Penggemar, para sahabat sesama penggemar moge, rekan-rekan di dunia hiburan, kawan-kawan di panggung politik, hingga para petinggi negara turut mengantarkannya.
Sebelum ke makam, jenazah disalatkan di ruang tamu rumah duka pukul 8.00. Karena keterbatasan ruangan, salat dibagi menjadi tiga rombongan. Setiap rombongan terdiri atas sekitar 30 orang.
Rombongan pertama khusus untuk keluarga. Berikutnya dari rekan-rekan almarhum sesama pengendara motor besar, lalu dilanjutkan tamu pejabat negara. Rombongan terakhir diimami Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie. Di barusan makmum, tampak Mensesneg Hatta Radjasa, Ketua MPR Hidayat Nurwahid, dan Menkominfo M. Nuh.
Pukul 8.25, Jenazah diberangkatkan ke pemakaman di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Tak kurang dari 200 pengendara motor besar berada paling depan iring-iringan pengantar jenazah. Beriringan di belakangnya, empat motor besar polisi, mobil jenazah, empat minibus untuk keluarga, diikuti beberapa mobil pejabat negara. Istri almarhum, Widyawati, dan kedua putranya, Romi dan Roma, berada di mobil jenazah.
Hampir sepanjang perjalanan empat kilometer masyarakat berjajar di tepi kiri-kanan jalan melambaikan tangan, selamat jalan.
Widya terkulai lemas sambil mengarahkan pandangan ke arah makam, memandangi jenazah suami dimasukkan ke liang lahad tepat pukul 09.00.
Romi dan Roma menunggu di dalam liang ketika jenazah ayahnya mulai diturunkan ke tanah. Romi lantas mengumandangkan azan serta komat. Arifin Panigoro, tokoh nasionalis, membacakan daftar riwayat hidup almarhum. Erros Djarot mewakili rekan-rekan almarhum memberikan kata sambutan. Dari pihak pejabat negara, sambutan dilakukan Mensesneg Hatta Radjasa.
Sebanyak lima tenda, masing-masing berukuran 5 x 10 meter, tak mampu memayungi pelayat yang hadir. Di antaranya pekerja seni yang tampak pagi itu, Slamet Rahardjo, Jajang C. Noer, Primus Yustisio, Surya Saputra, Doni Kusuma, Jenny Rachman, Mpok Atiek, dan Helmy Yahya. Kalangan politisi dan pejabat, terlihat Taufiq Kiemas, Menbudpar Jero Wacik, Fahmi Idris, serta Arifin Panigoro.
Setelah acara tabur bunga, pukul 10.20, Widyawati beserta keluarga beranjak meninggalkan makam.
Sophan dan Widyawati adalah ikon perfilman remaja di era awal 1970-an. Sebagai pasangan serasi aktor-aktris lewat film Pengantin Remaja pada tahun 1971. Hubungan mereka kemudian berlanjut hingga kehidupan nyata. Sophan dan Widyawati menikah pada 9 Juli 1972 di Masjid Al Azhar Jakarta. (11sig23/kps/lacak.info) |