|
Sri Sultan Pertanyakan Kajian Rencana Naikan Harga BBM |
|
|
|
::Berita Nasional:: -
Bumi - Air - Kekayaan Alam, Riset dan Teknologi, Lingkungan Hidup
|
|
13 Mei 2008, Selasa |
|
GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mempertanyakan kajian pemerintah terkait rencana menaikkan harga BBM. "Sekarang bukan setuju atau tidak setuju kenaikan BBM, tapi apakah kenaikan tersebut sudah merupakan pilihan yang final," tanya Sri Sultan di Depok, Jawa Barat, seusai memberikan Orasi Budaya, di Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Selasa (13/05/2008).
Kajian dimaksud antara lain mengenai dampak kenaikan harga BBM, serta alternatif-alternatif lain, selain menaikkan harga BBM. Efisiensi di Pertamina, misalnya, apakah sudah dilakukan dengan benar, serta bagaimana perimbangan ekspor dan impor minyak Indonesia.
Ia menilai. kenaikan harga BBM saat ini menyebabkan kehidupan masyarakat semakin sulit di tengah himpitan ekonomi yang semakin berat.
Dalam lintasan sejarah, bangsa Indonesia saat ini masih dibelenggu oleh kemiskinan dan pengangguran serta tingkat pendidikan dan kualitas kesehatan yang rendah.
Jika harga BBM dinaikkan, meski ditopang oleh BLT, jumlah orang miskin yang menurut BPS pada Juli 2007 mencapai 37,17 juta akan meningkat tajam. Angka kemiskinan ini juga tidak menarik untuk diperdebatkan, apalagi perbedaannya sangat mencolok, dengan angka kemiskinan versi Bank Dunia yang mencapai 100 juta.
BLT dikatakannya hanya untuk menaikan citra pemerintah, pesta di atas penderitaan rakyat. "BLT hanya sekedar sumbangan bukan untuk memandirikan masyarakat," katanya. (9sig13) |