|
KARENA Pertamina tak mampu, Pemerintah layak
membuka kesempatan perusahaan minyak asing seperti Shell (Belanda) dan Petronas
(Malaysia) untuk memasok kebutuhan BBM bagi nelayan di Indonesia.
Upaya pemenuhan kebutuhan BBM untuk nelayan yang menyebar di beberapa daerah
di Indonesia memang penting. Tidak bisa mengandalkan sepenuhnya kepada Pertamina.
Kenyataannya Pertamina mampu memenuhi dan harga BBM di banyak daerah menjadi
tidak pasti, sering bergejolak.
Untuk itu, Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan, Fredy Numberi, usai membuka
pameran dan simposium Iptek dan Industri Bahari, di Surabaya, Kamis (05/06/2008)
pemerintah telah meminta kepada pertamina untuk segera memenuhi kebutuhan
pasokan BBM bagi nelayan yang saat ini mulai sulit mendapatkan bahan bakar
untuk melaut.
Selain itu, menteri juga meminta agar para nelayan melalui Himpunan Nelayan
Seluruh Indonesia (HNSI) bisa langsung mengajukan surat kepada Menteri Energi
dan Sumber Daya Mineral terkait hal itu.
Adapun surat tersebut berisi permintaan solusi lain, jika memang Pertamina
tidak bisa memenuhi kebutuhan dengan kuota tertentu, agar dialihkan ke perusahaaan
lain.
Petronas Siap
Sementara itu, sebelumnya Kantor berita ANTARA dan kantor berita Malaysia
Bernama, melaporkan pernyataan Deputi Perdana Menteri Malaysia Dato Sri Mohd
Najib Tun Abdul Razak yang mengatakan, Petronas Malaysia siap berinvestasi
di Indonesia mengeksplorasi cadangan minyak bumi.
"Tentu Petronas (siap) kalau ada tawaran dari Indonesia, sebab Petronas
sudah beroperasi di 30 negara," kata Najib di Jakarta, Senin malam (02/06/2008).
Eksplorasi migas oleh Petronas kini telah meluas hingga ke sejumlah negara
seperti Chad dan Libya. "Petronas punya kegiatan di sana. Tetapi kalau ada
cadangan di sini (Indonesia) untuk dieksplorasi, saya rasa akan berdampak
positif," ujarnya.
Sesungguhnya Pertamina dan Petronas telah pernah melakukan kerjasama strategis
khususnya di sektor hilir yaitu LOBP (Lubricant Oil Blending Plant) pada Agustus
2006, termasuk kerja sama saling memasok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium
beroktan tinggi.
Pada tahun 2007 Petronas mencatat keuntungan Rp198,3 triliun, sebanyak 66,2
persen Rp135,9 triliun dikembalikan kepada pemerintah Malaysia. Sisanya digunakan
Petronas untuk investasi ulang seperti sektor hilir dan juga di tingkat internasional
agar perusahaan tersebut dapat menyumbang pendapatan bagi pemerintah. Pada
saat bersamaan operasi internasional Petronas mencatat pendapatan Rp 175,7
triliun, meningkat dibanding tahun 2006 sebesar Rp 147,1 triliun. (11sig01)
|