|
Tarif listrik 2007 diusulkan naik 12% |
|
|
|
::sinawar:: -
Benang Merah
|
|
18 Sep 2006, Senin |
|
PEMERINTAH mengusulkan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 12% tahun depan untuk menekan angka subsidi yang diajukan dalam RAPBN 2007 menjadi Rp23,16 triliun dari sebelumnya Rp25,8 triliun.
Tingkat Kenaikan itu akan merubah TDL rata-rata menjadi Rp695 per kWh. Selama ini Rp620 per kWh. Jika skenario itu disetujui, kenaikan TDL sekali saja pada 2007 akan menurunkan tingkat subsidi mulai tahun depan menjadi Rp23,16 triliun, disusul Rp10,9 triliun (2008) dan Rp6,61 triliun pada 2009. Jika TDL tidak dinaikkan tahun depan, pemerintah akan terus memberikan subsidi bagi PLN hingga 2010.
Namun anggota Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy (Fraksi PAN) mendesak pemerintah melaporkan hasil audit losses listrik, yang telah diminta sejak Januari 2006, sebelum parlemen menyetujui usulan itu. "Losses merupakan salah satu faktor untuk menghitung besaran subsidi yang dibutuhkan," ujarnya.
Tapi, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan pemerintah sudah melakukan audit tersebut sehingga usulan itu dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, pada perkembangannya PLN menargetkan pertumbuhan listrik 0,51%, dengan total penjualan 110,82 terra watt hour (Twh). Pertumbuhan listrik ini diperhitungkan tidak sejalan dengan harapan pertumbuhan ekonomi 6,3%, yang dalam asumsi lali membutuhkan dukungan pertumbuhan listrik 12%.
-(11p02) |
|
Terakhir diperbaharui ( 17 Sep 2007, Senin )
|